Cara setting Mixer Sound-Mixing console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microfon, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras.

Kalau sebuah system audio itu diumpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya. Mixer Sound Audio adalah sebuah peralatan sound sistem untuk mencampur 2 (dua) atau lebih Channel Audio Input menjadi satu kesatuan sistem penyuaraan

Cara Setting Mixer Sound System

Pengenalan dan fungsi tombol pemutar pada Mixer Sound System. Kondisi susunan tombol masing-masing pabrik kadang berbeda-beda. Pada tombol-tombol pemutar dan juga konektor terdapat tulisan dan skala yang berguna sebagai penuntun untuk cara setting mixer sound pada bunyi dan arah I/O koneksi antar peralatan sound sistem lainnya lewat jalur connector.

1. Input Channel Jack

cara setting mixer sound

Biasanya berada di bagian paling depan atau di bagian sisi belakang posisi lihat.
Dalam input Channel ini terdapat Jack XLR Female dan Jack Phone TRS. Fungsi dan koneksinya sama yaitu menghubungkan input masukan dari Microphone.

Kadang dalam Mixer Profesional terdapat Jack I/O Insert yang bisa mengkoneksi input audio dalam Jack XLR/ TRS channel input ini . Fungsinya audio Input dari VCD atau Keyboard, kecuali Wireless Microphone.
Namun cara setting Mixer Sound di bagian ini harus hati-hati dalam mengoperasikan input Channel Jack XLR karena Gain Input untuk masukan di CHANNEL MIC memiliki Range OP Amp yang hanya menangkap getaran sinyal Audio tanpa penguatan (di atas 0dB standar).

Jadi untuk menancapkan Audio dari musik Keyboard di jalur koneksi ini harus mengecilkan ‘Gain Sensitive’ paling minimal di angka 0 dB meter.

2. Tombol LOW Cut Switch

Berupa sakelar on/off, berfungsi untuk memangkas sinyal yang mengandung unsur nada rendah (HPF : High Pass Filter). Bila dalam kotak tertulis 100 Hz berarti alat ini memfilter lalu memotong sinyal nada di bawah frekuensi 100 Hz, atau ada juga yang 80 Hz.Tombol Low cut 100 Hz ini berada dibawah tombol Gain

Penggunaan tombol ini bisa difungsikan untuk mengurangi tekanan suara pada hembusan angin dari mulut penggunaan mikrofon. Ada baiknya tidak menghidupkan sakelar ini pada mode musik di saluran yang dicolok.

cara setting mixer sound

3. Tombol Gain Sensitive (Gain Sens)

Berfungsi untuk menyesuaikan kepekaan dan kekuatan input Source. Pada input yang belum atau tanpa penguatan. Misalnya dari Mikrofon dan Spul Gitar posisi Gain Sensitive akan melaju ke arah kanan dalam satuan dBu. Gain Sens akan memberikan ruang penguatan yang cukup lebar pada tingkat depan Pre Amp Mixer.

Cara setting Mixer Sound dalam pengaturan penguatan berupa keyboard, VCD player atau komputer maka harus menyetel Gain Sensitive di bawah 0 dBu untuk menghindari overload level pada penguatan akhir Mixer, sehingga suara yang didengar akan kacau (tidak HIFI) bila melebihi level di atas 0 dB.

cara setting sound system

4. Tombol EQ High

Untuk mengatur level pada kepekaan lebar frekuensi nada tinggi. Cara setting Mixer Soundpada tombol EQ high dengan memutar ke arah kanan akan memperkuat level nada tinggi.

Namun usahakan untuk tidak menguatkan level ini terlalu tinggi. Karena dapat berakibat Horn Driver akan mudah rusak (Over Load). Pada posisi tengah merupakan setting default yang telah dikalibrasi oleh pabrik pembuat.

5. Tombol EQ Middle

Berfungsi untuk mengatur kepekaan lebar frekuensi menengah. Memutar ke arah kanan akan memperkuat level nada middle. Pada posisi tengah merupakan setting default yang telah dikalibrasi oleh pabrik pembuat.

6. Tombol Middle Freq

Berfungsi untuk mengatur range bandwidth frekuensi middle. Pada mixer dari produk lain kadang bertulis MF artinya Middle Frequency.

Knob ini bekerja saling mendukung dengan tombol knob Mid EQ. Cara setting Mixer Sound pada tombol Middle Freq dapat merasakan perubahan suara jika memutar knob MF ini. Jika tombol Mid tidak berada di posisi default (tengah) maka aturlah menurut selera.

7. Tombol EQ Low

Untuk mengatur level kepekaan lebar frekuensi rendah atau nada bass. Cara setting Mixer Sound pada tombol EQ Low dalam memutar ke arah kanan akan memperkuat level nada Low. Pada posisi arah jam 12 merupakan setting default yang telah dikalibrasi oleh pabrik pembuat.

8. Tombol Level AUX 1 (Send)

Cara setting Mixer Sound pada tombol ini bertugas untuk mengirimkan seberapa besar sinyal audio pada saluran yang bertulis Aux 1

9. Tombol Level AUX 2 (Send)

Berfungsi mengirimkan keluaran (output) pada device yang diinginkan. Misalkan dapat mengirimkan efek (FX) eksternal atau mengirim sistem suara lain, misalkan Monitor Speaker Control.

Tombol Aux ini berhubungan dengan Connector AUX pada bagian output. Memutar ke arah kanan akan memberikan sinyal output pada Jack Aux.

AUX bisa difungsikan menjadi bermacam kegunaan, misalnya untuk mengirimkan sinyal ke speaker monitor sebagai control Speaker monitor.

Fungsi AUX lainnya sebagai pengirim sinyal audio untuk FX suara. Dapat pula berfungsi untuk pengiriman sinyal kepada perangkat Audio yang lain (Mixer yang lain). Untuk recording bisa juga melalui saluran AUX ini.

10. Tombol FX Send (Pengiriman Penyuaran Efek)

FX Send berada tak jauh dari tombol Aux dan memiliki fungsi yang mirip dengan tombol AUX. Tombol ini berguna untuk mengirimkan level sinyal untuk menampilkan tinggi dan rendahnya suara effek (FX) internal di Mixer ini. Dapat membesarkan atau mengecilkan kepekaan DRY atau WET pada sistim master Mixer.

11. Tombol Saklar PFL (Pre Fade Listening)

Berfungi untuk mengetahui posisi channel yang mendapat informasi bunyi yang aktif saat terdengar di speaker. Biasanya PFL akan terkoneksi ke display LED atau Phone Output di Headphone. Pada sebagian mixer nama PFL kadang ditulis dengan ‘SOLO’.

cara setting sound system

12. Tombol Pan (Panpot)

Tombol Panpot sama dengan fungsi Balance, yaitu untuk menyetel ke arah mana suara akan ditempatkan, apakah di posisi Left (kiri) atau Right (kanan). Kontrol ini akan mengatur besarnya sinyal saluran melewati Mix jalur kiri dan kanan. Ini memungkinkan untuk menggeser sumber suara pada posisi stereo. Bila kontrol diputar penuh ke kiri atau kanan maka output gain sinyal akan melewati pada bagian kanan atau kiri saja.

13. Tombol Saklar SUB/ MAIN

Berfungsi untuk menempatkan ke arah mana output suara akan di distribusikan. Arah ke MAIN untuk jalur Amplifier (Speaker) utama atau ke SUB Amplifier (Speaker). Bisa jadi SUB Out speaker difungsikan sebagai Monitor speaker.

14. Tombol Channel Level Control (Volume Cannel)

Berfungsi untuk membesarkan dan mengecilkan audio level pada channel. Tombol pada mixer console profesional biasanya berbentuk volume geser (slider) yang di dalamnya menggunakan komponen elektronik berupa potensiometer geser (variable resistor geser).

15. Tombol Main Master Level Control

Tombol MAIN Master ini (MAIN MIX) berfungsi untuk membesarkan dan mengecilkan keseluruhan suara dari seluruh pencampuran chanel yang aktif yang terhubung ke Main Output Speaker. Main output akan terhubung ke amplifier dan ke speaker yang terpasang pada perangkat sound system.

Main Mix pada mixer berfungsi sebagai pencampur atau penjumlah seluruh channel yang ada pada Mixer Consule. Dalam Volume Level Main Mix ini terdapat skala ∞, -30, -20, -10, 0, 3, 6, 10 dB (skala tergantung produk). Ada baiknya menempatkan slider geser ini pada posisi 0 dB untuk mendapatkan suara yang standar dan aman pada speaker.

cara setting sound system

16. LED Displaying Meter Indicator

Berfungsi untuk menunjukkan posisi kekuatan sinyal suara baik pada posisi Master MAIN Output secara keseluruhan. Bisa juga melihat intensitas audio channel secara alami saat menekan tombol PFL, displaying ini pada satuan dBu.

Mohon diperhatikan bahwa saat lampu menyala warna kuning atau merah maka kekuatan sinyal akan memberikan desakan input yang berlebihan pada Power Amplifier yang nantinya akan berakibat kurang baik pada Speaker. LED display indicator ini seperti “mendengar dengan mata” yang sangat berperan dalam cara setting sound system.

17. PHONE Jack

Jack Phones atau Headphones berfungsi untuk menancapkan perangkat Headphone (bisa juga handset) pada telinga. Untuk membesarkan dan mengecilkan suara pada Headphone dapat diatur melalui Volume yang bertuliskan Phone Level atau Phone Vol (volume) yang terdekat dengan jack tersebut.

Bila memakai headset mungil mungkin harus ada jack cover kombinasi untuk mencocokkan dengan female Jack yang ada di Mixer. Headphone yang dipakai nantinya akan berfungsi untuk memantau kadar level suara, nada atau frekuensi bunyi yang lebih detail pada pendengaran Dapat juga memantau channel input yang sedang aktif dengan menekan fungsi tombol FPL.

Bila memasang banyak input pada mixer, misalnya mikrofon, lalu ada pembicara atau penyanyi pada salah satu mikrofon sedangkan suaranya perlu untuk dibesarkan, namun kita terkadang bingung dimana posisi channel mikrofon yang dipegangnya berada, maka fungsi headphone sangat membantu kondisi ini dengan cara tekan tombol PFL masing-masing channel sampai didapati suara pada phone di telinga.

18. Jack Rec Output

Berfungsi untuk menyalurkan sinyal pada peralatan rekam. Alat perekam bisa berupa tape corder dengan cara menekan tombol Rec pada Player recording.

Pada era modern penggunaan recording sudah menggunakan komputer atau laptop. Proses rekaman dengan menggunakan program aplikasi untuk recording.
Perlu pengetahuan khusus dalam menerapakan recording menggunan Rec out, harus memahami ratio faktor penguatan (Gain) dalam satuan dB. Perbandingan output yang terlalu tinggi berakibat overload pada hasil rekaman.

19. Jack Insert

Jack Insert berada di bawah Jack Line In. Fungsinya untuk mengirimkan sinyal pada peralatan tertentu (misalnya Compressor dan Limitter) dan kemudian menerima kembali hasil olahan sinyal tersebut hanya pada channel yang ditancapkan saja. Jack yang digunakan adalah TRS Jack dengan Unbalance. Perlu pengetahuan khusus dalam menginstalasi bagian ini.

Dari pembahasan di atas, semogabermanfaat. Apabila butuh sewa sound system area jogja, sejasajogja.com siap melayani kebutuhan sound system Anda.