Mempelajari mengenai cara setting sound system yang baik dan benar memang keharusan untuk operator sound. Sebenarnya sound system adalah gabungan peralatan elektronik yang bekerja dan memproses bunyi.

Banyak orang yang memahami sound system hanya sebagai pengeras suara saja. Namun sebenarnya pengeras suara hanya merupakan salah satu bagiannya saja. Lalu bagaimana dengan cara setting sound system itu sendiri? Sama halnya dengan cara presentasi yang baik dan benar, cara setting sound system juga harus dilakukan dengan baik dan benar.

Sound system memiliki deskripsi yang sangat luas dan banyak orang yang salah dalam mendeskripsikannya. Sound system bukan hanya speaker aktif saja tetapi seluruh atau gabungan dari peralatan yang mengolah tata suara.

Prinsip Dasar Cara Setting Sound System

Sound reinfocement adalah sederetan peralatan yang ditata sedemikian rupa untuk penguatan suara atau musik untuk didengarkan oleh banyak orang. Prinsip dasarnya selalu sama. Mulai dari cara setting sound system yang sederhana sampai yang paling rumit seperti :
1. Suara ditangkap oleh mikrofon dari sumbernya.
2. Mikrofon membuat suara tadi menjadi sinyal listrik dan mengirimnya melalui kabel menuju mixer.
3. Mixer menerima sinyal suara dan musik tadi melalui setiap kanal nya kemudian mencampur dan menyeimbangkan untuk dikirimkan lagi melalui kabel ke rampaian power amplifier.
4. Power amplifier merubah sinyal menjadi energi listrik dan mengirimkannya ke loudspeaker
5. Loudspeaker menjadikan energi listrik menjadi gerakan mekanis dari konus speaker yang kemudian menggetarkan udara dan menjadi suara.
6. Pengunjung/penonton/pendengar mendengarkan suara tersebut.

Sekarang ini banyak sekali ragam peralatan sound system. Dan sebagai operator harus tahu bagaimana cara mengoperasikan. Di bawah ini akan dijelaskan detil langkah-langkah cara setting sound system dan pengoperasian dan instalasi peralatan tersebut meliputi diantaranya :

Cara setting sound system untuk  mikrofon.

Setting Gain Sensitive

Hal pertama untuk setting mikrofon yaitu Gain Sensitive dengan menyetel sesuai tingkat sinyal input. Cobalah untuk mengatur gain suara yaitu pada posisi lampu menyala di 0 dB atau 10 dB. Jika dipasangkan audio pada Connector maka sebaiknya skala  antara -34 sampai +10.

Setting Level Channel Audio

Cara setting sound system berikutnya dengan menyetel level channel audio. Untuk pengaturannya sebenarnya dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan.

Setting Master Level Audio

Berbagi sinyal yang masuk akan diproses pada bagian master. Pada bagian itulah dapat ditemukan rangkaian elektronik  berupa Operational Amplifier yang disalurkan ke Loudspeaker.

Setting EQ

Cara setting sound system selanjutnya yaitu setting EQ atau Tone Control untuk vokal. Umumnya di dalam Mixer Console ada 3 band Equalizer yaitu untuk penyesuaian saluran tinggi, menengah dan juga rendah.

Urutkan pengkabelan dalam setting sound system

Cara setting Mixer Console

Mixing console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau sebuah system audio itu diumpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya.

cara setting sound system

Pengenalan dan fungsi tombol pemutar pada Mixer Sound System. Kondisi susunan tombol masing-masing pabrik kadang berbeda-beda. Pada tombol-tombol pemutar dan juga konektor terdapat tulisan dan skala yang berguna sebagai penuntun untuk mengatur settingan bunyi dan arah I/O koneksi antar peralatan sound sistem lainnya lewat jalur connector.

Cara setting Power Amplifier

cara setting sound system

Atur Gain  

Pertama-tama perhatikan besaran output yang dikeluarkan oleh head unit. Untuk mencegah terjadinya clipping maka besarnya gain tersebut harus disamakan dengan output dari head unit.

Cara setting sound system untuk amplifier sederhananya atur volume head unit sampai maksimum, lalu kurangi sekitar 5 tingkat ke bawah. Kemudian putarkan tombol gain pada amplifier searah jarum jam sampai suara yang terdengar di speaker belum rusak (clipping).

Posisikan filter sesuai dengan karakter suara yang hendak dimainkan

Selanjutnya cara setting sound system ini sesuaikan filter mode pada amplifier dengan jenis speaker yang digunakan. Misalnya jika amplifier lebih difungsikan untuk membunyikan subwoofer maka tombol/saklar filter digeser ke posisi LPF (Low Pass Filter).Sedang kalau untuk midrange ke atas gunakan HPF (High Pass Filter). Untuk speaker fullrange atau speaker yang menggunakan crossover passive gunakan mode FULL.

Namun jika masih belum mendapatkan cara setting sound system yang pas dari filter, pengaturannya masih dapat dilakukan dengan cara memutar tombol Frequency pada power amplifier sesuai dengan selera yang diinginkan.

Optional bass boost

Penggunaan bass boost disarankan untuk pilihan, karena biasanya bass boost hanya menguatkan pada satu frekuensi saja. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh terhadap tatanan suara di atasnya. Terkecuali bila memang menginginkan SPL yang tinggi di satu frekuensi.

Cara Setting Equalizer

Banyak orang salah mengartikan fungsi equalizer dengan  menggunakannya untuk mengangkat frekuensi-frekuensi tertentu yang sebenarnya tidak perlu diangkat. Bahkan mengurangi frekuensi-frekuensi tertentu yang tidak perlu dikurangi.

Sebenarnya equalisasi sangat tergantung dari rasa seni seseorang dan respon telinga orang yang mengoperasikan peralatan sound system.Supaya dapat mengoperasionakan dengan baik, maka sebelum menggunakannya perlu memahami kerja equalizer terlebih dahulu. Parameter apa saja yang dapat kita ubah pada equalizer? Tombol apa saja yang terdapat pada equalizer? Dan bagaimana cara menggunakannya? Inilah pertanyaan yang akan ditanyakan orang ketika akan menggunakan equalizer, tombol-tombol tersebut adalah :

Gain/Level

Tombol yang digunakan untuk menambah atau mengurangi frekuensi yang diinginkan

Low pass/High pass

tombol yang digunakan menghilangkan frekuensi-frekuensi di bawah atau di atas frekuensi yang di setel

Q/Bandwith

tombol yang digunakan untuk memperlebar atau mempersempit kurva equalizer

Frequency

mengubah frekuensi sehingga mencapai frekuensi yang diinginkan

Volume Gain/Make Up Gain

tombol yang digunakan untuk menambah atau mengurangi level suara yang keluar dari equalizer

Cara Setting Crossover

Tugas Crossover audio yang ideal akan membagi sinyal masuk audio ke band terpisah yang tidak saling overlap atau interaksi dalam menghasilkan sinyal output. Hasil olahan sinyal output relatif sama dengan sumbernya, artinya tidak mengubah frekuensi, fase respon dan memiliki level yang konstan.
Crossover audio memisahkan band audio pada loudspeaker tidak ada persyaratan karakteristik matematis yang cocok dalam Crossover itu, respon frekuensi dan fase dari driver Loudspeaker dalam mounting akan memudarkan seluruh hasilnya. Output yang bagus dari sistem yang lengkap terdiri dari Crossover audio dan driver Loudspeaker di dalam desain wadah (kabinet). Tujuan menggunakan Crossover adalah membentuk karakteristik filter asimetris yang tidak ideal.
Tujuan lainnya dalam penggunaan Crossover adalah membuat suara yang dihasilkan dapat dengan jelas di samping berfungsi untuk mengamankan driver Loudspeaker dari kerusakan yang diakibatkan oleh  tidak sesuai respon frequency yang masuk ke High End ini.
Crossover yang terdiri dari 2 tipe yaitu aktif dan pasif. Kedua tipe ini masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.

 

1. Crossover Pasif

Passive Crossover terletak dalam satu enclose (wadah) speaker untuk membagi Freq High, Freq Menengah, dan Freq Rendah ke masing-masing driver speaker di kotak speaker tersebut. Peralatan untuk filtering di dalamnya menggunakan komponen pasif berupa Resistor, Coil dan Capacitor untuk memisahkan band frequensi. komponen pasif di dalam modul ini tidak membutuhkan catu daya listrik.

  • Kelebihan
    Dari segi harga Passive Crossover lebih murah dan lebih mudah dalam pensetingan dan pemasangan. Modul ini dipasang di dalam Enclose (box) Speaker.
  • Kekurangan
    Crossover pasif terdiri dari komponen Resistor, Lilitan dan Capacitor. Level suara dari Amplifier kadang terjadi Drop sehingga sinyal dari Amplifier tidak maskimal masuk ke Loudspeaker. Pola ini dikarenakan sinyal suara telah dibatasi oleh komponen Resistor dan Coil yang dibumikan (grounding).
  • Pergunakanlah crossover ini hanya pada unit speaker pada sound system ruangan.

2. Crossover Aktif

Pada Crossover aktif  akan memisahkan seluruh sinyal audio sebelum masuk ke Amplifier. kita dapat mengatur besar atau kecilnya level Amplifier sehingga terdengar ke speaker. Modul peralatan elektronik yang digunakan pada Crossocer aktif terdiri dari Quad IC Op-Amp dan filtering komponent pasif R, L dan C dalam hitungan matematis dalam membagi/ memisahkan frekuensi. Karena menggunakan IC Op Amp maka modul ini memerlukan Regulator atau supplai listrik DC agar dapat berfungsi.

  • Kelebihan
    Hitungan matematis akurat yang dilakukan komponen RC dan Op-amp membuatnya lebih detil dalam memisahkan frekuensi suara. Frekuensi suara ini juga bisa diatur lebar band-nya karena terdapat Variable Resistor dalam konfiguraasi Op-amp dan RC (Resistor Capasitor). Op amp memerlukan asupan listrik DC yang ditempatkan dalam kotak yang sama.
  • Kekurangan
    Crossover aktif memisahkan sinyal audio dan kemudian dikuatkan oleh Amplifier hingga ke driver speaker yang sesuai. Jadi, kita memerlukan banyak Power Amplifier dalam sound system kita. Channel Out yang digunakan dalam menyalurkan sinyal ke Amplifier dalam penggunaan Crossover active terlihat cenderung rumit.
  • Cara mengoperasikan speaker aktif
  • Cara menyetel sound FX eksternal

Dari pembahasan di atas, semogabermanfaat. Apabila butuh sewa sound system area jogja, sejasajogja.com siap melayani kebutuhan sound system Anda.